Tuesday, September 4, 2007

BUKU NOVEL BARU GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

BUKU BARU GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, 4 September 2007

ChickLit: OCEHAN LUCY

Lucy Talk

Fiona Walker

Novel dewasa terjemahan; GM 40207059; ISBN 979-22-3100-5; 512hlm; 11x18cm

Lucy Gordon tinggal serumah dengan dua sahabatnya, Jane dan Bella. Ia bekerja sebagai staf Pemasaran Widgetex Computers. Perjalanan kariernya tidak mulus, karena bosnya terus-menerus memberinya masalah. Seluruh anggota keluarganya unik---ibunya chef yang jagoan, ayahnya punya hobi bertukang dan tak bisa diam, neneknya pemabuk dan masih hobi berpacaran, adiknya aktivis pencinta lingkungan yang fanatik. Dan pacarnya, Greg, tanpa malu selalu memanfaatkannya, namun Lucy terlalu baik hati untuk menyadarinya. Ia dan kedua teman serumahnya akrab dengan tetangga mereka, Big Mike, dokter hewan yang juga perayu ulung. Lucy mengocehkan seluruh kehidupannya itu pada setiap kesempatan---dalam email kepada sahabatnya, surat kepada abangnya, coretan di balik lembar bon atau kertas apa pun, catatan yang tertempel pada pintu kulkas..

TeenLit: 100 JAM

Amalia Suryani & Andryan Suhardi

Novel remaja karya asli; GM 31207026; ISBN 979-22-3138-2; 232hlm; 13.5x20cm;

Siapa bilang lahir pada tanggal 29 Februari adalah kutukan karena berulang tahun lebih sedikit daripada orang lain? Buat Jasmine, tanggal 29 Februari itu ada di setiap tahun---dengan mencoret dan menulis sendiri angka dalam kalendernya.

Tapi. ada satu masalah besar yang harus dijalani Jasmine karena kebandelannya menjelang hari ulang tahun yang ia nanti-nantikan. Hukuman 100 jam mengajar di sekolah kolong jalan tol!

Ternyata 100 jam itu mengantarnya pada teman-teman yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya. Jasmine pun tertawa dan menangis bersama mereka.

Harlequin Koleksi Istimewa: CIUM AKU, KAITLYN

Kiss Me, Kaitlyn

Cynthia Rutledge

Novel dewasa terjemahan; GM 40607029; ISBN 979-22-3162-5; 208hlm; 11x18cm;

Kaitlyn Killeen, gadis sederhana dari kota kecil Shelby, Iowa memiliki cita-cita tinggi, yaitu menjadi desainer terkemuka di kota besar, Chicago. Namun ternyata cita-citanya mendapat tantangan sejak kedatangan seorang pemuda tampan bernama Clay McCashlin.

Clay datang ke Shelby dengan tujuan ingin mencari pelaku pencurian yang terjadi di pabrik milik ayahnya. Untuk itu ia sengaja menyamar sebagai pemuda biasa dan melamar sebagai buruh pabrik. Kaitlyn ternyata mencurigai penyamaran Clay dan akhirnya menawarkan diri untuk membantu penyelidikan.

Namun, satu hal yang tidak disadari Kaitlyn: kedekatan mereka ternyata bukan sekadar romansa di musim panas semata. Hatinya mulai tertambat pada Clay, padahal ia punya cita-cita yang ingin ia wujudkan. Haruskah ia mengorbankan cita-cita. ataukah cintanya?PEMBUNUHAN DI LORONG

Murder in the Mews

Agatha Christie

Novel dewasa terjemahan; GM 40207051; ISBN 979-22-2968-X; 360hlm; 11x18cm;

Bagaimana mungkin seorang wanita dengan pistol di tangan kanan bisa menembak pelipis kirinya sendiri? Adakah kaitan antara hantu dan hilangnya sebuah dokumen penting berisi rencana rahasia pemerintah? Bagaimana sebutir peluru yang menewaskan seorang lelaki bisa memecahkan cermin di bagian lain ruangan? Dan siapakah yang membuyarkan cinta segi tiga yang melibatkan seorang wanita cantik yang dikenal suka kawin cerai?

Hercule Poirot dihadapkan pada empat kasus pelik yang membingungkan, dan masing-masing kasus dipecahkan secara tak terduga dan memuaskan.

Lupus: BANGUN DONG LUPUS!
Hilman

Novel remaja karya asli; GM 30388402; ISBN 979-403-402-9; 144hlm; 11x18cm;

* cetak ulang *

Lupus: INTERVIEW WITH THE NYAMUK
Hilman

Novel remaja karya asli; GM 30395278; ISBN 979-605-278-4; 224hlm; 11x18cm;

* cetak ulang *

Lupus: SIMALAKAMA
Hilman

Novel remaja karya asli; GM 30398877; ISBN 979-605-877-4; 128hlm; 11x18cm;

* cetak ulang *

Lupus: KUTUKAN BINTIK MERAH
Hilman

Novel remaja karya asli; GM 30398918; ISBN 979-605-918-5; 160hlm; 11x18cm;

* cetak ulang *

AKU KARTINI BERNYAWA SEMBILAN

A.N. Spiritia

Kumpulan cerpen sastra; GM 20107014; ISBN 979-22-3163-3; 164 hlm; 13,5x20 cm;

Bayangkan jika Anda tertular AIDS, apa yang akan Anda ceritakan pada teman, pacar, suami, istri, atau ibu Anda? Anda tidak bisa begitu saja pulang dan berkata, 'Bu, saya ketularan AIDS!'. Lalu bagaimana Anda bersikap ketika orang tahu dan menjauh seakan-akan Anda membawa bom waktu yang siap meledak. Bagaimana rasanya ketika semua teman menolak berbagi makanan dan minuman dan bahkan enggan sekadar bersalaman. Mungkin menangis adalah respons pertama, namun apa selanjutnya ketika airmata sudah habis dan hidup terus berjalan? Para penulis ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dalam kumpulan cerpen Aku Kartini Bernyawa Sembilan ini memilih untuk berbagi perasaan-perasaan tadi dan menyebarkan kesadaran bahwa HIV/ AIDS adalah issue dunia yang sangat serius untuk ditangani.

Buku ini terdiri dari 11 cerpen dari 9 penulis ODHA yang diseleksi dari seluruh provinsi di Indonesia. Bekerja sama dengan UNAIDS, 6 sastrawan perempuan (Djenar, Dee, Ayu Utami, Cok Sawitri, Nukila Amal dan Oka Rusmini) kemudian mementori ODHA yang terseleksi untuk belajar menulis. Hasil pelatihan itu adalah kumpulan cerpen ini. Jangan harap Anda menemukan kisah ratapan yang melarat-larat, karena mereka tidak menulis seperti itu. Dari kisah-kisah mereka, pembaca dapat mengetahui bagaimana melihat dunia dari perspektif lain. Juga tentang memberi makna lebih pada kehidupan dan menjadikan setiap detik kehadiran di dunia berguna, untuk apa pun dan siapa pun juga.

Bayangkan, seratus tahun lagi. Barangkali telah ada penemuan obat anti retroviral yang lebih ramah pasien, sehingga penyakit ini tak lagi dianggap nista seperti pada hari-hari ini. Seperti kusta, yang di masa lalu menjadi alasan untuk membuang para penderita-nya dari masyarakat, kini nyaris tak terlihat lagi. Bayangkan seratus tahun lagi. Saat itu seseorang per-gi ke perpustakaan membacai buku-buku dari masa kini. Ia mene-mukan buku ini, catatan dari masa silam, dan berkata, ya ampun, dunia ini pernah begitu primitif!

(Ayu Utami)

Dalam waktu relatif singkat, mereka telah menjelma menjadi penulis-penulis potensial yang karyanya layak disuarakan. Bukan hanya karena tema sentral HIV/AIDS, tetapi juga karena kelenturan mereka berekspresi, ketajaman mereka memilih kata, dan kejelian mereka menyusun plot.

(Dewi Lestari)

.kerentanan mengajarkan tentang kekuatan, bagaimana kehilangan mengajarkan tentang apa-apa yang dipunya, dan belajar menerima dan hidup dengan diri sendiri. Daftarnya jauh lebih panjang. Semua hal di atas tersimpan dalam salah satu cerita pendek dalam antologi ini.

(Nukila Amal)

No comments: